sepi dan hampa berteman sangat erat.
hingga tak menyisakan sedikitpun bahagia untukku.
aku muak dengan resah...
aku capek dengan sedih...
karena mereka adalah koloni-koloni sesat
yang membangkitkan semangat sakit hati
dan memupuk kehampaan pada rasa
bimbangku menemukan jalannya
ketika ia berpapasan dengan penyakit jiwa
yang kini aku gelisah
dan berfikir...
PADA SIAPA IA AKAN BERPULANG
Karena hidup adalah sebuah perjalanan. Ketika jedah, di tengah persimpangan, sedih dan bahagia, tawa dan air mata, datang tanpa kita kehendaki. Kenyataannya kita hanya mengikuti apa yang telah menjadi garis Nya. Layak kita berucap syukur atasnya, untuk menemukan lebih banyak makna.
BalasHapus